Ditulis pada 24 September 2020 , oleh immawa , pada kategori Berita

Pertumbuhan penduduk di Kota Malang semakin tahun kian meningkat, baik penduduk asli maupun pendatang.

Kepadatan lalu lintas pun tak terhindarkan seiring bertambahnya pergerakan dengan kendaraan bermotor.

Salah satu pusat kepadatan itu adalah Jalan Bendungan Sigura-gura, Kecamatan Sumbersari, Kota Malang.

Selain terdapat dua perguruan tinggi (Universitas Brawijaya dan Institut Teknologi Nasional Malang), di sana juga banyak pusat perdagangan dan jasa serta perumahan.

Orientasi masyarakat yang cenderung menggunakan kendaraan mengakibatkan rendahnya tingkat pejalan kaki di area ini.

Tiga mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya memandang perlu adanya manajemen lalu lintas di kawasan pendidikan itu.

Aisya Rahmania Putri bersama kedua rekannya, Muhammad Nouval Irfandhia Wahid dan Fanny Safitri, dengan bimbingan Imma Widyawati Agustin S.T., M.T., Ph.D  mengusung konsep shared space street.

Konsep berbagi ruang ini menghapus batas dan penanda fisik perbedaan jalur suatu ruang jalan.

Shared space ini akan menghilangkan fitur jalan konvensional seperti trotoar, marka jalan, rambu lalu lintas, dan lampu lalu lintas.

“Tujuannya adalah menciptakan ketidakpastian yang akan membuat pengendara untuk mengurangi kecepatan dan dituntut untuk lebih bertoleransi dengan pengguna jalan yang lain,” ujar Aisya menjelaskan.

Dengan desain jalan seperti ini, lanjutnya, diharapkan bisa meningkatkan kenyamanan serta keamanan dari pejalan kaki sehingga masyarakat mau beralih dari penggunaan kendaraan bermotor menjadi berjalan kaki.

Berita ini juga bisa dibaca disini https://prasetya.ub.ac.id/shared-space-untuk-atasi-kepadatan-lalu-lintas/